Krim kortikosteroid

Many abusers who inject anabolic steroids may use nonsterile injection techniques or share contaminated needles with other abusers. In addition, some steroid preparations are manufactured illegally under nonsterile conditions. These factors put abusers at risk for acquiring lifethreatening viral infections, such as HIV and hepatitis B and C. Abusers also can develop endocarditis, a bacterial infection that causes a potentially fatal inflammation of the inner lining of the heart. Bacterial infections also can cause pain and abscess formation at injection sites.

Seorang lelaki berumur 31 tahun menderita gangguan kulit yang didiagnosis sebagai red skin syndrome. Sekitar tujuh tahun yang lalu, gejalanya diawali dengan gatal ringan pada daerah kulit tubuh dan wajah, serta sempat datang berobat ke dokter umum dan didiagnosis sebagai rinitis alergi ringan. Pasien diresepkan kortikosteroid oral methyl prednisolone , 4 mg dan krim clobetasol. Dengan pemberian ini dalam waktu tiga hari gejalanya langsung hilang namun kembali muncul ketika pemakaian obat dihentikan, tanpa tapering off . Dalam menjaga keadaan kulitnya, selama kurang lebih tujuh tahun dengan keadaan hilang-kambuh, pasien menggunakan pengganti kortikosteroid oral, yaitu krim topikal kortikosteroid clobetasol yang kemudian dapat menutupi kondisi on-off rebound tersebut. Ketika penggunaan krim topikalnya dihentikan, efek rebound kembali muncul bahkan dengan kondisi yang lebih buruk. Setelah berhenti total 20 bulan dari penggunaan terakhirnya, perlahan gejalanya mereda. Keadaan pasien membaik hingga bulan Desember 2013. Red skin syndrome sebagai efek samping dari pemberian topikal kortikosteroid baik oral maupun topikal pada kasus ini dapat dihentikan total dengan cara menghentikan seluruh pemberian obat dan menunggu waktu cukup lama hingga kulit kembali pulih.

Krim kortikosteroid

krim kortikosteroid

Media:

krim kortikosteroidkrim kortikosteroidkrim kortikosteroidkrim kortikosteroidkrim kortikosteroid

http://buy-steroids.org